Tampilkan postingan dengan label j-fest. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label j-fest. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

04. Memori Dua Tahun Lalu


Beberapa saat kemudian, wanita itu mengambil foto diriku dengan Anji. Kami tersenyum. Bagi Anji, difoto oleh orang lain (orang yang tidak dikenal) saat di j-fest seperti ini mungkin adalah hal yang sudah biasa. Hal ini karena Anji adalah seorang cosplayer yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia perjepangan. Dan tentunya, seorang cosplayer setidaknya pernah atau bahkan sering difoto maupun dimintai foto bareng oleh orang lain yang berada di j-fest tersebut. Tetapi, lain bagiku yang belum pernah ber-cosplay. Difoto seperti ini pada saat j-fest adalah momen yang sangat menyenangkan dan membanggakan bagiku karena biasanya akulah yang memfoto atau meminta foto bareng dengan para cosplayer. Ditambah lagi, adanya keberadaan wanita cantik yang memfoto kami ini. Oh, aku benar-benar mencintai momen ini.
         
          Proses pengambilan foto dilakukan dua kali. Aku tidak tahu kenapa, apakah hasil fotonya jelek atau blur atau apa. Tapi yang jelas, kami difoto lagi sesaat setelah pengambilan foto pertama dilakukan. Aku memasang pose dengan dua jari, yaitu jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf “V” atau biasa orang menyebutnya dengan pose “peace”. Selesai memfoto, ia memberikan aku dan Anji masing-masing sehelai flyer yang tercantum nama VPQST di dalamnya. Ternyata benar dugaanku tadi, ia adalah anggota VPQST. Hal ini juga sontak mengingatkanku pada GJUI 2009 lalu. Seketika pikiran bawah sadarku memunculkan memori dua tahun lalu itu. Saat itu, aku sedang berada di depan panggung, menyaksikan performance band L.L yang merupakan band yang meng-cover lagu-lagu dari band V.P.Q. Kemudian, tiba-tiba seseorang wanita datang menghampiriku dengan ramah dan memberikan flyer VPQST kepadaku. Aku tidak ingat lagi bagaimana rupa wanita tersebut. Yang aku sedikit ingat hanyalah pakaian yang ia kenakan. Kalau tidak salah ingat, saat itu wanita tersebut memakai semacam kimono atau yukata. Dan, hari ini seakan-akan momen itu terulang kembali, namun dalam keadaan yang berbeda.

Rabu, 19 September 2012

02. Gelar Jepang Universitas Indonesia (GJUI)



Hari itu, aku pergi ke j-fest (Japan/Japanese festival) GJUI (Gelar Jepang Universitas Indonesia) sendirian. Teman-temanku  dari Bekasi yang biasa bersama denganku saat di j-fest tidak datang. Aku datang sendirian seperti orang bodoh, tengok kanan-kiri, kesepian di antara keramaian pengunjung GJUI. Untunglah kemudian aku bertemu dengan teman SMA-ku dulu yang suka datang ke j-fest juga. Kami mengobrol sebentar, lalu berpisah. Aku tidak enak mengobrol terlalu lama dengannya karena ia bersama dengan teman-teman kampusnya. Aku takut mengganggu. Namun, untungnya setelah beberapa menit kemudian, aku bertemu dengan temanku yang lain di sana. Dia adalah Anji, orang yang dulu secara tidak langsung meng-influence-ku akan band dari Jepang bernama V.P.Q. Di kaosnya yang sedang ia pakai sekarang pun terpampang tulisan dan logo V.P.Q, Aku takjub melihatnya, secara V.P.Q adalah band Jepang terfavoritku. Kami lalu mengobrol beberapa saat. Kemudian, aku putuskan untuk bersama dengan Anji selama di GJUI. Daripada aku sendirian di sana, tentu lebih baik aku bersama teman.

Waktu menjelang sore hari. Aku memutuskan untuk memakai jaketku yang seperti gakuran (seragam sekolah di Jepang). Kebetulan, Anji sakit perut dan memintaku untuk mengantarnya ke toilet di dekat area GJUI. Hal ini bisa aku manfaatkan untuk berganti kostum pula di toilet, pikirku. Lalu, aku pun mengantarnya ke toilet. Jarak toilet tersebut tidak terlalu jauh. Hanya sekitar dua menit, kami telah sampai di toilet yang dituju. Anji pun segera masuk ke toilet tersebut. Sementara ia sibuk membuang hajatnya, aku berganti kostum di depan pintu toilet. Tidak lupa, aku sematkan juga pin V.P.Q berukuran besar di bagian dada kiri jaketku.  Beberapa menit kemudian, Anji keluar dari toilet, dan kami pun segera beranjak ke area utama GJUI lagi.